Mengamati bintang bisa dimulai malam ini tanpa membeli teleskop. Yang menentukan hasil justru lokasi yang cukup gelap, waktu pengamatan yang tepat, dan kemauan mengenali pola langit sedikit demi sedikit. Mata telanjang sudah cukup untuk melihat planet terang, rasi besar, hingga hujan meteor tahunan.
Mulai dari langit yang benar-benar gelap
Cahaya kota menjadi penghalang terbesar bagi pengamat pemula. Lampu jalan, papan reklame, dan lampu rumah memantulkan cahaya ke langit sehingga bintang yang redup tenggelam di dalamnya. Di pusat kota besar, biasanya hanya belasan bintang paling terang yang masih terlihat. Di pinggiran kota, jumlahnya bisa berlipat.
Kalau memungkinkan, carilah lokasi setidaknya 20 sampai 30 kilometer dari pusat keramaian, atau tempat yang jauh dari lampu penerangan langsung. Taman kota besar, atap gedung tinggi, dan area parkir yang terang justru pilihan buruk. Lapangan terbuka, puncak bukit, atau tepi pantai biasanya lebih baik karena pandangan ke langit tidak terhalang bangunan dan pohon.
Setelah tiba, beri waktu sekitar 20 hingga 30 menit sebelum mata terbiasa dengan gelap. Selama masa adaptasi ini, hindari menatap layar ponsel dengan kecerahan penuh. Satu kilatan cahaya putih bisa membatalkan penyesuaian mata, dan prosesnya harus diulang.
Pilih waktu yang tepat
Langit malam tidak sama sepanjang tahun. Beberapa malam jauh lebih baik daripada malam lainnya, dan penyebabnya bisa diprediksi.
Hindari malam ketika bulan sedang purnama. Cahaya bulan yang terang membuat bintang redup sulit terlihat, mirip efek polusi cahaya. Waktu paling nyaman untuk mengamati bintang redup adalah sekitar seminggu sebelum dan sesudah bulan baru, ketika bulan tidak muncul di langit malam.
Cek juga prakiraan cuaca. Awan tipis yang tampak tidak berarti dari bawah sering cukup untuk menutupi sebagian besar bintang. Situs prakiraan cuaca biasanya menyertakan tingkat tutupan awan per jam, jadi pilih jam dengan angka terendah.
Jam terbaik sepanjang malam
Setelah matahari terbenam, langit masih menyisakan cahaya senja selama satu sampai dua jam, tergantung lokasi. Bintang paling terang mulai muncul lebih dulu, lalu jumlahnya bertambah seiring gelapnya langit. Menjelang tengah malam hingga dini hari, langit biasanya paling gelap dan jumlah bintang yang terlihat paling banyak.
Siapkan alat seadanya
Tanpa teleskop, ada beberapa benda yang membuat pengamatan jauh lebih nyaman:
- Senter merah atau lampu kepala dengan filter merah untuk melihat peta bintang tanpa merusak adaptasi mata.
- Kursi lipat atau tikar agar leher tidak pegal karena menengok ke atas terlalu lama.
- Jaket dan celana panjang. Suhu di lokasi gelap sering jauh lebih dingin daripada di kota pada malam yang sama.
- Air minum dan camilan, karena pengamatan yang nyaman biasanya berlangsung satu sampai dua jam.
- Aplikasi peta bintang di ponsel, dengan mode malam dan kecerahan layar diturunkan.
Teropong kecil 7×50 atau 10×50 juga membantu kalau ada di rumah. Teropong jenis ini memperlihatkan kawah bulan, gugusan bintang, dan beberapa bulan Jupiter. Harganya jauh di bawah teleskop pemula, dan penggunaannya lebih sederhana.
Kalau nanti ingin mengabadikan langit malam, teknik dasarnya berbeda dari sekadar mengamati. Ada panduan terpisah soal cara memotret langit malam untuk pemula yang membahas pengaturan kamera dan tripod.
Mengenali rasi pertama
Jangan mencoba menghafal seluruh peta langit dalam satu malam. Mulai dari satu atau dua pola yang paling mudah dikenali, lalu tambahkan yang lain di malam berikutnya.
Untuk pengamat di Indonesia, beberapa pola berikut relatif mudah ditemukan:
- Crux, atau Salib Selatan, berbentuk empat bintang menyerupai salib. Rasi ini paling mudah dilihat dari belahan bumi selatan.
- Orion, dengan tiga bintang sejajar di bagian tengah yang dijuluki sabuk Orion. Muncul pada malam hari di awal tahun.
- Scorpius, yang bentuknya menyerupai kalajengking dan melintas di langit malam pertengahan tahun.
- Biduk atau Big Dipper, tujuh bintang berkelompok yang membantu menemukan arah utara.
Cara paling praktis adalah memakai aplikasi peta bintang. Angkat ponsel ke arah langit, dan aplikasi akan menampilkan nama bintang serta rasi di layar. Setelah beberapa malam, pola itu mulai melekat di ingatan dan ponsel tidak lagi selalu dibutuhkan.
Rasi bintang berubah posisi sepanjang malam dan sepanjang tahun karena Bumi berputar dan mengelilingi Matahari. Kalau suatu pola tidak terlihat malam ini, coba cari lagi beberapa jam kemudian atau beberapa bulan berikutnya.
Membedakan bintang, planet, dan satelit
Banyak pemula mengira semua titik terang di langit adalah bintang. Padahal ada tiga jenis objek yang paling sering terlihat dengan mata telanjang.
Bintang umumnya berkelip, terutama saat berada dekat horizon. Planet tampak lebih stabil dan tidak berkelip karena bentuknya cakram, bukan titik. Venus, Jupiter, Mars, dan Saturnus termasuk objek paling terang dan bisa terlihat bahkan dari kota besar. Satelit buatan melintas cepat dalam garis lurus, biasanya dalam beberapa menit, dengan cahaya yang konstan atau berangsur redup.
Kalau melihat titik terang bergerak lambat dan berkedip, itu kemungkinan besar pesawat. Satelit bergerak lebih cepat dan tidak memiliki lampu yang berkedip.
Etika dan keselamatan saat mengamati
Kalau datang ke lokasi pengamatan bersama orang lain, matikan lampu kendaraan saat parkir dan hindari menggunakan lampu putih terang. Pengamat lain di lokasi yang sama mungkin sedang menunggu mata mereka beradaptasi. Gunakan lampu merah, dan tutupi layar ponsel dengan tangan saat mengecek aplikasi.
Beberapa lokasi pengamatan berada di kawasan konservasi atau taman nasional. Periksa aturan setempat soal jam kunjungan, izin bermalam, dan larangan membuat api. Bawa kembali semua sampah, termasuk bungkus makanan dan baterai bekas.
Kalau mengamati sendirian, beri tahu keluarga atau teman soal lokasi dan perkiraan jam pulang. Sinyal ponsel di lokasi gelap sering tidak stabil, jadi unduh peta offline sebelum berangkat.
Mengamati hujan meteor
Hujan meteor adalah salah satu fenomena paling ramah untuk pemula karena tidak memerlukan alat apa pun. Yang dibutuhkan hanya langit gelap, waktu yang tepat, dan kesabaran.
Beberapa hujan meteor tahunan yang cukup dikenal antara lain Perseid pada pertengahan tahun dan Geminid menjelang akhir tahun. Tanggal puncaknya bisa bergeser satu sampai dua hari setiap tahun, dan tingkat kecerahan bulan sangat memengaruhi jumlah meteor yang bisa dilihat.
Untuk pengamatan hujan meteor, berbaringlah di tikar atau kursi rebah dan pandang area langit yang luas. Jangan fokus pada satu titik. Meteor bisa muncul di mana saja, dan sebagian besar hanya terlihat sekilas.
Selain hujan meteor, langit juga menampilkan objek lain yang bisa diamati tanpa alat khusus, termasuk beberapa hewan purba yang masih hidup sampai sekarang di Bumi dan menjadi bahan kajian biologi evolusi. Topik itu dibahas dalam artikel hewan purba yang masih hidup sampai sekarang.
Kesalahan umum pemula
Beberapa hal berikut sering membuat pengamatan pertama terasa mengecewakan:
- Memilih lokasi terang karena lebih dekat dan lebih aman secara perasaan.
- Mengamati saat bulan purnama, lalu menyimpulkan langit tidak menarik.
- Menatap layar ponsel dengan kecerahan penuh, sehingga mata kehilangan adaptasi gelap.
- Mengharapkan pemandangan seperti foto teleskop ruang angkasa. Mata manusia melihat langit secara berbeda dari kamera dengan eksposur panjang.
- Terlalu cepat menyerah. Butuh beberapa malam untuk mulai mengenali pola langit dengan lancar.
Pengamatan bintang adalah kegiatan yang hasilnya bertambah seiring kebiasaan. Semakin sering keluar malam, semakin cepat membedakan objek dan mengenali perubahan posisi langit dari minggu ke minggu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah bisa melihat bintang dari kota besar?
Bisa, tapi jumlahnya terbatas. Dari pusat kota biasanya hanya bintang paling terang, bulan, dan beberapa planet yang tampak. Untuk melihat lebih banyak, cari lokasi yang lebih gelap di pinggiran kota atau bepergian ke daerah dengan polusi cahaya rendah.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar mata terbiasa gelap?
Umumnya 20 sampai 30 menit untuk adaptasi awal, dan bisa mencapai sekitar satu jam untuk adaptasi penuh. Satu kilatan lampu putih cukup untuk mengembalikan sebagian prosesnya.
Apakah perlu membeli teleskop untuk memulai?
Tidak. Mata telanjang dan teropong kecil sudah cukup untuk mengamati bulan, planet terang, gugusan bintang, dan hujan meteor. Teleskop lebih baik dibeli setelah kamu tahu objek apa yang paling menarik untuk diamati.