Bintang jatuh terlihat cepat karena objek penyebabnya, meteoroid, bergerak dengan kecepatan puluhan kilometer per detik pada ketinggian atmosfer yang relatif dekat dengan pengamat. Semakin dekat jarak sebuah objek dan semakin besar kecepatannya, semakin cepat pula ia melintasi pandangan mata. Penjelasan lengkapnya melibatkan ukuran benda, ketinggian terbakar, dan sudut datangnya.
Apa yang sebenarnya disebut bintang jatuh
Nama bintang jatuh menyesatkan. Yang terlihat adalah meteor, yaitu jejak cahaya yang muncul ketika potongan batuan atau debu antariksa masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar akibat gesekan dengan molekul udara. Batuan asalnya disebut meteoroid. Jika ada sisa yang sampai ke permukaan tanah, sisa itu dinamakan meteorit.
Ukuran meteoroid yang menghasilkan kilatan biasa berkisar dari butiran pasir sampai sebesar kerikil. Benda sekecil itu bisa memancarkan cahaya terang karena kecepatannya luar biasa tinggi. Sebagian besar habis terbakar pada ketinggian antara 80 sampai 120 kilometer di atas permukaan laut, jauh di atas awan.
Kecepatan meteoroid dan kesan melintas sekejap
Kecepatan masuk meteoroid ke atmosfer umumnya berkisar antara 11 sampai 72 kilometer per detik. Angka itu bergantung pada arah dan kecepatan orbit benda terhadap Bumi. Dalam satu detik, sebuah meteoroid bisa menempuh jarak yang biasanya ditempuh kendaraan bermotor dalam beberapa menit.
Pada kecepatan tersebut, jalur terang sepanjang beberapa puluh kilometer hanya membutuhkan waktu kurang dari satu detik. Kilatan paling terang sering selesai dalam rentang 0,5 sampai 2 detik, sementara meteor yang lebih redup bisa bertahan tiga sampai lima detik. Meteor yang tampak menggantung lama biasanya lebih lambat atau melintas sangat tinggi.
Kecepatan sudut yang dirasakan pengamat juga dipengaruhi sudut datang. Meteoroid yang masuk hampir tegak lurus terhadap garis pandang akan tampak lebih cepat daripada yang bergerak menjauhi atau mendekati pengamat. Karena itu, dua orang di lokasi berbeda bisa menilai durasi meteor yang sama dengan kesan berbeda.
Pengaruh jarak dan ketinggian terhadap kecepatan tampak
Objek yang bergerak pada jarak dekat melintasi medan pandang lebih cepat daripada objek serupa yang jauh. Pesawat di ketinggian jelajah tampak merayap lambat, sedangkan sepeda motor di jalan depan rumah terasa melesat. Prinsip yang sama berlaku pada meteor, hanya dengan skala yang jauh lebih besar.
Meteor terbakar pada ketinggian 80 sampai 120 kilometer. Itu jarak yang cukup jauh, tetapi tidak terlalu jauh dibandingkan jarak Bulan yang mencapai ratusan ribu kilometer. Karena itu gerak meteor masih terasa cepat di mata, berbeda dengan perpindahan Bulan atau planet yang nyaris tak terasa dalam hitungan detik.
Faktor lain adalah arah pandang. Saat mengamati langit dekat ufuk, meteor tampak bergerak lebih lambat karena jaraknya efektif lebih jauh dan sudut pandangnya miring. Di dekat zenith, meteor melintas lebih cepat karena berada paling dekat dengan pengamat.
Ciri meteor yang lebih lambat dan yang lebih cepat
Kecepatan tampak sebuah meteor bisa memberi petunjuk tentang asalnya. Meteor dengan kecepatan sangat tinggi sering berasal dari partikel komet yang mengorbit Matahari dengan laju besar. Meteor yang lebih lambat umumnya terkait serpihan asteroid yang orbitnya lebih tenang.
- Meteor cepat: melintas singkat, jalurnya lurus, sering meninggalkan jejak tipis selama beberapa saat.
- Meteor lambat: tampak lebih panjang durasinya, kadang berwarna kekuningan atau oranye karena komposisi logam yang terbakar.
- Bolide: meteor sangat terang yang dapat disertai kilatan dan suara ledakan lemah jika energinya cukup besar.
- Meteor sporadis: muncul tanpa terkait hujan meteor tertentu dan bisa datang dari arah mana saja.
Meteor dari hujan tahunan seperti Perseid atau Geminid punya sifat khas. Semua meteor dalam satu hujan tampak memancar dari satu titik di langit, yang disebut radiant. Meteor yang muncul dekat radiant bergerak pendek dan lambat, sementara yang jauh dari radiant tampak memanjang dan lebih cepat.
Untuk membedakan kilatan meteor dari objek lain, termasuk satelit yang bergerak pelan dan stabil, panduan membedakan meteor dan satelit bisa menjadi rujukan awal. Satelit umumnya tampak sebagai titik terang yang bergerak konstan selama beberapa menit, bukan kilatan sekejap.
Mengapa sebagian meteor tampak meninggalkan jejak
Jejak yang tersisa setelah kilatan selesai bukan bagian dari batuan. Jejak itu adalah kolom udara terionisasi yang berpendar sementara sebelum kembali netral. Semakin besar energi meteor, semakin lama jejaknya bertahan, mulai dari sepersekian detik sampai beberapa menit pada peristiwa yang sangat terang.
Warna juga bukan api biasa. Warna hijau sering dikaitkan dengan magnesium, kuning dengan natrium, dan biru kehijauan dengan tembaga atau kalsium. Warna ini muncul dari atom logam yang terlepas dan memancarkan cahaya pada panjang gelombang tertentu saat terbakar.
Faktor pengamatan yang membuat meteor terasa lebih cepat
Selain kecepatan dan jarak, ada beberapa kondisi yang memengaruhi kesan pengamat terhadap sebuah meteor. Kualitas langit sangat menentukan. Di lokasi tanpa polusi cahaya, meteor redup tetap terlihat sehingga durasinya terasa lebih panjang. Di kota, hanya meteor terang yang lolos dari ambang pandang mata, sehingga yang terlihat justru kilatan-kilatan singkat.
Posisi tubuh dan arah pandang juga berperan. Pengamat yang berbaring menatap zenith bisa menangkap lebih banyak meteor daripada yang berdiri dan menatap ufuk. Mata butuh sekitar 20 sampai 30 menit untuk beradaptasi penuh dengan kegelapan. Pengamatan pada menit-menit awal biasanya kurang sensitif.
Bagi pembaca yang ingin memantau aktivitas antariksa secara rutin, panduan memantau cuaca antariksa menjelaskan cara mengikuti informasi gangguan magnetosfer yang kadang berkaitan dengan aktivitas meteor maupun aurora. Kebiasaan memeriksa sumber resmi juga membantu membedakan laporan meteor terang dari kabar keliru yang beredar di media sosial. Untuk memilah kanal informasi, perbandingan sumber berita resmi Indonesia bisa menjadi acuan agar tidak mudah percaya klaim tanpa rujukan.
Waktu pengamatan juga menentukan. Hujan meteor punya puncak yang bisa diprediksi, dan laju meteor biasanya meningkat setelah tengah malam karena sisi Bumi yang menghadap orbit sedang bergerak ke arah aliran partikel. Cara membandingkan agregator berita membantu pembaca menyaring pengumuman jadwal hujan meteor dari berbagai kanal agar tidak melewatkan puncaknya.
Ringkasan
Bintang jatuh terlihat cepat karena meteoroid melintas dengan kecepatan puluhan kilometer per detik pada ketinggian atmosfer yang relatif dekat. Durasi kilatan yang singkat berasal dari kombinasi kecepatan tinggi, jarak pandang, dan sudut datang. Mengamati dari lokasi gelap, setelah mata beradaptasi, serta di waktu yang tepat membuat fenomena ini lebih mudah dinikmati dan dipahami.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama biasanya sebuah meteor terlihat?
Meteor biasa bertahan kurang dari satu sampai sekitar lima detik. Meteor sangat terang bisa meninggalkan jejak pendar yang bertahan lebih lama, tetapi kilatan utamanya tetap singkat.
Apakah bintang jatuh bisa menembus atmosfer dan mengenai tanah?
Sebagian besar habis terbakar di udara. Hanya benda yang cukup besar dan padat yang bisa menyisakan meteorit sampai ke permukaan, dan kejadian itu jarang.
Apakah semua meteor bergerak secepat itu?
Tidak. Kecepatan masuk bervariasi tergantung orbit benda, umumnya antara 11 sampai 72 kilometer per detik. Meteor yang tampak lebih lambat biasanya melintas lebih tinggi atau bergerak menjauhi pengamat.